Berita

Kuliah Daring: Ini Pengalaman Dosen-Dosen IAIN Fattahul Muluk Papua

(www.iainfmpapua.ac.id) – Kebijakan penerapan Social/Physical Distancing oleh pemerintah membuat dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua melaksanakan perkuliahan dengan system daring (online).

“Pandemi virus Covid-19 mengubah metode perkuliahan mahasiswa yang semula tatap muka menjadi kuliah online,” ungkap Ira Eka Pratiwi, M.Si, Dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 27 Maret 2020. Ia menggunakan aplikasi Google Classroom untuk memposting materi dan tugas kepada mahasiswa. “Sebenarnya kurang efektif, jika materi diberikan full materi akan diterima dengan mudah oleh mahasiswa, namun untuk materi yang bersifat aplikatif agak sulit dipahami mahasiswa jika disampaikan secara online,” ujar Ira.

Meski begitu, lanjutnya, ada beberapa manfaat menggunakan metode online dimana waktu menjadi lebih fleksibel dan dapat dilakukan dimanapun selama ada jaringan internet.

“Mahasiswa bisa mereview materi secara berulang sehingga meningkatkan kreatifitas, serta yang paling penting dapat melatih untuk belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Abdul Karman, Ira Eka Pratiwi, Rahmawansyah, Dewinofrita, dan Zaenal Abidin

Di sisi lain, keterbatasan perangkat multimedia menjadi salah satu hal yang menghambat pembelajaran secara daring. Dosen Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dr. Dewinofrita, M.Pd mencemaskan mahasiswanya yang tidak memiliki telepon seluler berbasis android.

“Apalagi kuota data internet tidak mencukupi, sehingga pada beberapa kelas, kuliah online belum berjalan secara efektif,” ujarnya. Senada dengan Ira, ia menilai bahwa pembelajaran secara tatap muka langsung di kelas jauh lebih efektif, karena dosen dapat menilai secara langsung kemampuan mahasiswa baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik terhadap suatu materi.

Catatan lain diberikan oleh Dosen FEBI Abdul Karman, M.M. Ia memanfaatkan aplikasi video conference Zoom dan Cisco Webex.

“Dengan menerapkan konferensi, mahasiswa tetap mendapatkan materi daripada hanya memberikan tugas saja karena dimungkinkan tugas yang mereka kirimkan hanya di copy paste dari google,” jelas Pengampu Mata kuliah Sistem informasi Manajemen ini.

Kekurangan dalam hal diskusi juga dirasakan Muhammad Zainal Abidin, M.E. Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah ini mengatakan bahwa perkuliahan yang tidak dapat dilakukan secara tatap muka langsung telah mengurangi kualitas diskusi untuk memecahkan masalah.

“Saat ini saya menggunakan Google Classroom sebagai media untuk memberikan materi, sedangkan untuk tatap muka saya menggunakan aplikasi Zoom,” urai Zaenal. Namun demikian, ia mengakui bahwa kuliah daring ini tidak membuat pembelajaran terhalang oleh jarak, ruang dan keadaan.

“Kita juga selalu mengupgrade diri untuk mengacu pada perkembangan industry,” urainya.

Dosen Prodi Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah Rahmawansyah, M.Pd berupaya memadukan berbagai platform pembelajaran online dengan Youtube dan Gmail. “Di Youtube, saya meminta mahasiswa presentasi sebuah makalah dengan cara yang menarik, nantinya link youtube tersebut dishare ke dalam Google Classroom untuk dijadikan materi diskusi,” paparnya. Ia menerangkan, dengan pembelajaran online ini, dosen tidak dapat memantau perkembangan sikap dan etika mahasiswa secara langsung. Zaenal Abidin, Abdul Karman dan Dewinofrita berdoa agar wabah virus korona segera berakhir. Menurutnya, para mahasiswa selalu berharap agar dapat kuliah di kampus lagi. “Kami rindu berdiskusi dan berdebat secara ilmiah lagi bersama seluruh dosen dan mahasiswa,” pungkas Ira Eka Pratiwi. (Min/Zul/Her/Ran)

Sharing Is Caring
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments