(iainfmpapua.ac.id) – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dengan warga di Masjid Al-Mu’minun Furia, Kotaraja, Jayapura, 12 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prodi PGMI memperkenalkan Program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau).

Ketua Program Studi PGMI IAIN Fattahul Muluk Papua, Didik Efendi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa RPL memungkinkan seseorang menyelesaikan studi S1 dalam waktu singkat. “Kuliah S1 bisa ditempuh hanya satu setengah tahun. Bagi yang sudah mengajar namun belum S1, bisa mendaftarkan diri ke program ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program tersebut hadir untuk membantu para guru di Papua. “RPL adalah program yang bertujuan untuk membantu guru di Papua yang belum memenuhi kualifikasi pendidikannya,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa PGMI memiliki berbagai program pembinaan keagamaan bagi mahasiswa, salah satunya program Khataman Jarak Jauh (KJJ). “Program ini sudah berjalan selama lima tahun di setiap Ramadhan,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di IAIN Fattahul Muluk Papua. “Saat ini IAIN Papua khususnya PGMI sudah membuka proses penerimaan mahasiswa baru, sehingga saya mengajak para jamaah atau masyarakat yang memiliki anak ataupun saudara yang ingin berkuliah menjadi guru bisa mendaftarkan diri ke Prodi PGMI IAIN Papua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Mu’minun Furia Muh. Mujaini, MM menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa PGMI ini. Ia mengapresiasi kehadiran para mahasiswa yang turut memakmurkan masjid. “Kami menerima dengan baik pengabdian masyarakat ini. Kami juga mengapresiasi mahasiswa yang mau hadir di masjid kami,” ujarnya. Ia berharap mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan masjid.
“Membentuk majelis ilmu, mengkaji Al-Qur’an, membersihkan masjid, ataupun kegiatan positif lainnya yang ingin dilakukan di masjid ini, kami sangat terbuka,” tambahnya.
Dalam sesi tausiah, Kaprodi PAI IAIN Fattahul Muluk Papua, Ubaidillah, M.Pd menekankan pentingnya kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an bagi mahasiswa, khususnya calon guru. “Kebiasaan baik perlu dibangun dengan disiplin dan latihan yang konsisten, sebagaimana Nabi Muhammad SAW saat menerima wahyu pertama, sampai diulang tiga kali untuk ‘Iqra’, yang berarti ‘bacalah’,” jelasnya.
Namun menurutnya, membaca dan menghafal Al-Qur’an saja tidak cukup tanpa memahami maknanya. “Jadi baca, hafalkan, dan pahami agar kita tidak menjadi golongan yang tersesat,” pesannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa PGMI, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta masyarakat sekitar. (*)




