(iainfmpapua.ac.id) – Mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) IAIN Fattahul Muluk Papua, Sri Cahyani Igo, mengikuti kegiatan “2nd Experts, Lecturers and Students Virtual Talk” (Elesvita) yang diselenggarakan UPT Bahasa IAIN Curup secara daring pada 12–14 Januari 2026. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi dalam forum akademik berskala internasional.

Dalam forum tersebut, Sri Cahyani yang merupakan mahasiswa semester VII Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah IAIN fattahul Muluk Papua mempresentasikan hasil penelitiannya berjudul “English as Foreign Language Student Teachers’ Reflective Practice in Papua: Levels and Challenges.” Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi mahasiswa PPL dalam menerapkan praktik reflektif. “a few challenges that I found in performing reflective practice: reflection as administrative compliance rather than analytical practice, limited conceptual understanding of reflective practice,” ungkapnya.
Di akhir paparannya ia memberikan rekomendasi dalam penerapan Praktik Refleksi. “Learn from this case, EFL teacher education program should strengthen reflective learning by emphasizing pedagogical reasoning, causal analysis, and student learning-oriented decision-making, rather than focusing solely on the use of reflective instruments,” ucapnya.
Dihubungi usai presentasi, Sri merefleksikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut. “Dari presentasi ini, saya juga menyadari bahwa refleksi yang baik menuntut kejujuran, kesadaran diri, dan kemampuan mengaitkan praktik di lapangan dengan teori yang relevan,” jelasnya.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. Zulihi, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan mahasiswa TBI dalam forum akademik tersebut. Ia menilai partisipasi mahasiswa dalam ajang ilmiah seperti ini sebagai indikator berkembangnya budaya akademik di lingkungan fakultas. “Selamat dan sukses atas partisipasi Mahasiswa TBI dalam Student Talk Conference di IAIN Curup, ini merupakan bukti nyata terjalinnya kerja sama institusional yang produktif,” terangnya. Menurutnya, kolaborasi antara Fakultas Tarbiyah dan Prodi TBI IAIN Fattahul Muluk Papua dengan IAIN Curup harus terus diperkuat agar memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan akademik.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya kemampuan reflektif dalam pendidikan calon guru. “Mahasiswa yang mempresentasikan hasil penelitian ini telah menunjukkan kemampuan menganalisis dan merefleksikan pengalaman mengajar, yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” urainya.
Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris IAIN Fattahul Muluk Papua, Rahmawansyah, M.Pd menerangkan bahwa partisipasi dalam konferensi ilmiah berskala nasional dan internasional menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi akademik sekaligus membangun jejaring ilmiah.
Ia menyampaikan, “Keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik berskala nasional ini menunjukkan kapasitas akademik, keberanian intelektual, serta kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam diskursus ilmiah lintas institusi.”
Rahmawansyah juga menegaskan bahwa kegiatan 2nd Elesvita merupakan bentuk konkret tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara IAIN Curup dan IAIN Fattahul Muluk Papua. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh ruang aktual untuk mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan komunikasi ilmiah, serta jejaring antarkampus,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan komitmen program studi dalam membangun budaya akademik yang kuat dan berdaya saing. “Program Studi Tadris Bahasa Inggris memandang kegiatan semacam ini sebagai bagian strategis dalam penguatan budaya akademik dan peningkatan daya saing mahasiswa di tingkat nasional,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara atas komitmen kolaborasi berkelanjutan yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Ketua Panitia kegiatan sekaligus Kepala UPT Bahasa IAIN Curup, Dr. Eka Apriani Mujahidin menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan kompetensi bahasa mahasiswa serta membuka peluang kolaborasi lintas bidang. “Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari 12 perguruan tinggi serta 12 dosen dari 9 negara seperti Turki, India, Portugal, Polandia, dan negara lainnya,” paparnya. Melalui partisipasi ini, IAIN Fattahul Muluk Papua kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dalam forum ilmiah, memperluas jejaring akademik, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya di wilayah Papua. (Za/Is/Her)




