(iainfmpapua.ac.id) – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua menggelar Webinar Internasional ‘Manajemen Pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Atas: Pengembangan Media Pembelajaran, Model Pembelajaran, dan Sumber Pembelajaran’, 19 Januari 2026.

Kegiatan ini digelar bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Garut, Universitas Islam Syarifuddin, Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, UNITAR Internasional University Malaysia, dan lembaga Sahabat Ayah Bunda.
Ketua Prodi PAI A. Ubaidillah, M.Pd mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud ajang kerjasama yang menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik lintas institusi. “Webinar ini tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” tuturnya. Ia mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya melaksanakan 7 memorandum of agreement, yang terdiri dari 6 kerja sama nasional dan 1 kerja sama internasional. “Kerja sama internasional tersebut terjalin bersama Program Studi Pendidikan UNITAR University Malaysia, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan serta inovasi pembelajaran di tingkat SMP dan SMA,” ucapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antar perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri, sangat penting untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. “Ke depan, kerja sama semacam ini diharapkan terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.
Ketua Panitia Luluk Mukarromah dari Sahabat Ayah Bunda menjelaskan bahwa webinar ini bertujuan meningkatkan kegiatan kolaborasi antar program studi, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Khususnya dalam penguatan tridarma perguruan tinggi, pertukaran gagasan akademik, serta perluasan jejaring kerja sama antar institusi,” ujarnya.
Pemateri utama Rabiha Maya Adiera binti Ab Rahim dari Faculty of Education and Humanities UNITAR University Malaysia memaparkan pentingnya media sebagai alat bantu mengajar murid sekolah. “Tujuan media pembelajaran adalah mempermudah murid menerima pelajaran,” terangnya. Ia juga memaparkan Model Konstruksivisme seperti yang marak tampil di media sosial youtube maupun tiktok. “Banyak konten yang dibuat oleh anak-anak, jadi murid tidak hanya menerima maklumat dari guru, tapi juga membina sendiri pengetahuan dari pengalaman,” urainya.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai program studi dan perguruan tinggi, dari dalam negeri, yang terdiri atas dosen, mahasiswa, serta praktisi pendidikan. (*)




