(iainfmpapua.ac.id) – Pustakawan Ahli Utama dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Agus Sutoyo mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, 22 Januari 2026. Kunjungan ini didampingi oleh para Pustakawan dari Perpustakaan Daerah Provinsi Papua dan Pustakawan dari Universitas Cenderawasih.
Dalam kunjungan tersebut, Agus menyampaikan beberapa hal terkait standarisasi perpustakaan. “Kami mendorong agar pengelola dapat memenuhi ketercukupan pegawai sesuai tupoksi dan analisis jabatan,” ujarnya. Ia juga memberikan semangat agar para pustakawan dapat segera tersertifikasi. “Sedangkan untuk formasi pustakawan yang telah diajukan, sudah kami validasi dan proses di Kementerian PANRB, dan selanjutnya akan diserahkan kepada kemententerian masing-masing untuk didistribusikan,” jelasnya.
Agus juga memberi pesan berkenaan pengelolaan sarana dan prasarana agar dikerjakan dengan baik sesuai kebutuhan perpustakaan dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat.

Kepala Perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua Tuwaji, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa pihaknya siap untuk mencermati manajemen pegawai. “Baik secara regulasi, formasi maupun kualitas sumber daya manusia untuk menunjang kinerja yang lebih baik,” paparnya. Menurutnya, regulasi untuk kenaikan jabatan dan pangkat tidak lagi seperti dulu, dimana pustakawan harus mengumpulkan angka kredit secepatnya sehingga bisa naik pangkat 2 tahun.
“Sejak PAK integrasi yang pengurusanya sangat dibatasi waktu, sekarang angka kredit harus berdasarkan SKP dengan bobot kinerja yang disesuaikan jabatan. Ini harus mendapat perhatian kita semua,” urainya. Ia memaparkan bahwa jumlah pegawai perpustakaan sangat terbatas, dan pemanfaatan sarana prasarana belum maksimal. “Ini sudah mendapat masukan dari berbagai pihak misalnya dari itjen Kemenag, tim ISO, dan tim asesor akreditasi. Artinya, meskipun Perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua mendapat nilai A atau 92,34, tetapi beberapa catatan itu perlu mendapat perhatian,” terangnya. Kunjungan dan masukan dari berbagai pustakawan tersebut diharapkan dapat membantu pengelola untuk meningkatkan layanan perpustakaan kepada mahasiswa dan masyarakat. (*)




