Berita

­­LDKI Perbankan Syariah: Pemimpin Dibentuk dari Pembinaan Karakter dan Pengembangan Diri

(iainfmpapua.ac.id) – Pemimpin dibentuk dari pembinaan karakter dan pengembangan diri. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Syaiful Muhyidin, M.Ag, menyampaikan hal ini dalam sambutan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Islam (LDKI) Program Studi Perbankan Syariah, FEBI, 5 Desember 2025, di Aula Perpustakaan IAIN Fattahul Muluk Papua.

“Mahasiswa yang hadir di LDKI, khususnya Perbankan Syariah, adalah calon pemimpin masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemimpin tidak hanya dibentuk oleh pembelajaran akademik, tetapi juga melalui pembinaan karakter dan kegiatan pengembangan diri. “Untuk membentuk karakter seseorang pemimpin, ilmu pendidikan dalam kampus perlu dilengkapi melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya adab dalam kehidupan akademik dan sosial. “Ilmu setinggi apapun tanpa diimbangi dengan adab dan ilmu hikmah tidak akan sempurna,” tambahnya.

Sementara itu, Kaprodi Perbankan Syariah, Fachruddin Fikry Affandi, M.E, mengajak peserta agar menjadikan kegiatan LDKI sebagai momentum berharga dalam membangun pondasi kepemimpinan. “Momentum untuk membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang siap mengabdi, baik melalui ilmu, profesi, maupun kontribusi sosial di masa depan,” tuturnya. Ia juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai moral dalam diri seorang pemimpin. “Saya berharap para peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kepedulian, serta komitmen untuk berkontribusi dalam kebaikan masyarakat,” katanya. Menutup sambutannya, ia menegaskan bahwa karakter merupakan kekuatan utama seorang pemimpin. “Pemimpin yang kuat bukan hanya yang cerdas, tetapi yang berakhlak, berani, dan memiliki komitmen terhadap kebenaran,” ujarnya.

Pemateri dari Korem 172/PWY Mayor Inf Supriyadi menyampaikan wawasan mengenai tantangan kepemimpinan di era modern. Ia menyoroti fenomena proxy war yang kini terjadi dalam berbagai aspek kehidupan. “Saat ini dunia memasuki era proxy war, perang yang tidak lagi dilakukan secara langsung antar negara, tetapi melalui berbagai aspek kehidupan, ekonomi, sosial, politik, budaya, bahkan media dan gaya hidup,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa ancaman masa kini tidak selalu tampak nyata. “Musuh tidak selalu datang dengan senjata, kadang mereka masuk melalui hoaks, perpecahan, narkoba, ideologi sesat, dan perang informasi,” tegasnya. Oleh karena itu, generasi muda harus memiliki daya tahan mental. “Generasi muda harus memiliki ketahanan mental, kecerdasan digital, dan kedewasaan berpikir. Inilah bagian penting dari bela negara di era modern,” tambahnya.

Ketua panitia kegiatan Wahyu Nur Jannah dalam laporannya menuturkan bahwa LDKI bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa. “Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menambah wawasan yang berjiwa kepemimpinan Islam, mempererat silaturahmi, serta pengembangan kemampuan,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peserta. LDKI juga menghadirkan pemateri dari unsur akademisi dan alumni, yaitu Sekretaris Program Studi Perbankan Syariah, Nani Hanifah, M.E.I, serta Hasan Basri Buano, S.E, alumni Perbankan Syariah yang berbagi pengalaman dan motivasi kepada peserta. Kegiatan ini diikuti para mahasiswa Prodi Perbankan Syariah FEBI IAIN Fattahul Muluk Papua. (Za/Is /Her)

Sharing Is Caring

Leave a Reply