Berita

Peringatan Isra Mi’raj IAIN Papua: Proses Muhasabah Diri

(iainfmpapua.ac.id) –  Proses intropeksi diri atau muhasabah diperlukan untuk melihat kualitas keimanan. Direktur Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Faisal, M.HI menyampaikan hal ini dalam tausiyahnya pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 H, di Masjid Kampus, 21 Januari 2026.

“Ketika melakukan muhasabah berarti kita harus melihat ke belakang atau tahun sebelumnya, apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun sebelumnya, sejauh mana peningkatan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT, dan sejauh mana peningkatan kualitas kebaikan diri kita,” terangnya. Lanjutnya, jika melihat makna muhasabah tersebut berarti mengacu pada bagaimana kampus kita ke depannya bisa unggul. “Jadi kita harus membenahi apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai kata unggul di masa depan,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan melakukan proses muhasabah berarti harus ada tindakan yang dilakukan. “Baik sebagai akademisi maupun mahasiswa menggunakan semua kemampuan, keterampilan dan kompetensi kita untuk perubahan yang lebih baik,” ungkapnya. Selain itu, momen isra mi’raj juga sebagai bentuk risalah Rasulullah. “Dimana jika kita ingin dinaikkan atau diangkat derajatnya dan mendapat kemuliaan seperti Rasulullah berarti harus disiplin, kita harus memposisikan diri sebagai hamba yang taat kepada Allah tanpa syarat,” jelasnya. Kemuliaan adalah bentuk penghambaan total kepada Allah SWT. “Sebagai contoh jika kita mendapat jabatan atau gelar dalam pekerjaan di dunia, hal itu tidak dilihat karena yang Allah nilai adalah seberapa taat hamba-hambanya,” terangnya.

Faisal juga menyebut momen penting dari perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah diturunkannya perintah sholat 5 waktu bagi kaum muslim. “Allah memberi perintah sholat sebanyak 50 kali yang kemudian diberi keringanan menjadi 5 kali dalam sehari maka merugilah kita jika tidak melaksanakan sholat 5 waktu ,” ungkapnya. Pesan nabi saat kembali ke bumi adalah jika ingin unggul maka diperlukan proses dengan melakukan ketekunan. “Dimulai dari disiplin waktu melaksanakan sholat, dengan mengambil makna-makna yang terkandung dalam sholat untuk menjadi manusia yang unggul, dengan harapan kita bisa memperbaiki diri dengan membentuk karakter sebagai orang yang berahlak,” tuturnya.

Dalam sambutan sebelumnya, Rektor IAIN Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag, M.Pd menyebutkan bahwa momen Isra Mi’raj ini sebagai ungkapan spirit. “Bagi warga kampus untuk menjadi pribadi mulia yang tercermin dari keistiqomahan sholat, dengan istiqomah dalam mendirikan sholat maka akan tercipta Kesehatan jasmani dan Rohani,” imbuhnya. Menurutnya, dengan melaksanakan sholat tepat waktu juga akan tercipta disiplin diri. “Dan juga terciptanya sifat dan sikap yang mulia karena di dalam setiap gerakan dan bacaan sholat mengandung pribadi dan Rohani yang mulia,” paparnya.

Kegiatan dengan tema ‘Makna Sholat: Muhasabah Menjadi Pribadi yang Unggul’ ini diisi dengan shalawat bersama UKM Sholawat Shifaussudur IAIN Fattahul Muluk Papua. Kegiatan ini juga dihadiri oleh ASN Balai Diklat Keagamaan (BDK) Papua, mahasiswa, dan anggota DWP. (Za/Is/Her)

Sharing Is Caring

Leave a Reply