Berita

Upaya Solusi Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi, LPM Gelar Workshop RPL

(iainfmpapua.ac.id) – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Fattahul Muluk Papua menyelenggarakan Workshop Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Rabu, 11 Februari 2026, di Hotel @HOM Abepura. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag., M.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa implementasi RPL merupakan fondasi penting bagi pengembangan institusi ke depan. “RPL ini menjadi dasar untuk kita bergerak lebih luas dalam menghadirkan lebih banyak mahasiswa ke IAIN Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan RPL sejatinya telah diberlakukan oleh pemerintah sejak tahun 2021 melalui Kementerian Pendidikan Tinggi. “Dan ini menjadi peluang besar yang harus kita respon secara serius,” lanjutnya.

Menurut Rektor, saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan perubahan minat generasi muda yang tidak semuanya dapat menempuh pendidikan secara reguler. “Bisa karena alasan bekerja atau alasan lainnya. Di sinilah kita harus menemukan titik solusi melalui RPL,” jelasnya. Ia optimistis, apabila RPL dapat diimplementasikan dengan baik di IAIN Papua, maka akan berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah mahasiswa. “Saya berharap semua program studi dapat memenuhi persyaratan untuk menghadirkan model RPL di masing-masing prodi,” tegasnya.

Workshop ini menghadirkan Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Surakarta Dr. Nur Asiyah, S.S, M.A  sebagai pemateri utama yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai kebijakan, peluang, dan tantangan implementasi RPL. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa RPL mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“RPL saat ini mendapatkan perhatian penuh dari Presiden karena menjadi salah satu solusi peningkatan akses pendidikan tinggi,” ungkapnya. Lebih lanjut, Nur Aisyah mengungkapkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menunjukkan peluang besar bagi perguruan tinggi. “Kemendikdasmen menargetkan sebanyak 150.465 guru, mulai dari PAUD, SD hingga guru mata pelajaran, yang belum memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan bidangnya. Ini merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan lebih banyak mahasiswa,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi RPL harus didahului dengan kesiapan program studi. “Masih banyak guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai. Tetapi sebelum mengajukan RPL, kita harus memastikan bahwa program studi kita sudah layak dan memenuhi standar untuk menghadirkan program ini,” tegasnya.

Kepala LPM IAIN Fattahul Muluk Papua Dr. Siti Rokhmah, M.Pd mengatakan, workshop ini bertujuan menyiapkan dan menyelesaikan dokumen-dokumen dalam tata kelola RPL untuk mendapatkan ijin penyelenggaraan RPL di beberapa prodi di IAIN Papua. “Pelaksanaan RPL dimaksudkan untuk memberi peluang kepada masyarakat yang memiliki pengalaman pembelajaran untuk mengakui nilai dari pengalaman dan pembelajaran sepanjang hayat, sehingga dapat mendorong semangat belajar berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya. Dengan penerapan kebijakan ini, IAIN Fattahul Muluk Papua berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang lebih inklusif, relevan, dan bermakna bagi peserta didik guna mengembangkan kapasitas dan kapabilitas akademik maupun profesional mereka sesuai kebutuhan zaman. Workshop ini dihadiri oleh unsur pimpinan, para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta unsur terkait lainnya. (Za/Is/Her)

Sharing Is Caring

Leave a Reply