(iainfmpapua.ac.id) – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag, M.Pd menyampaikan pesan penguatan pengelolaan lingkungan kampus dalam Launching ‘Penguatan Ecoteologi’ saat apel pagi di halaman rektorat, 18 Mei 2026.

Menurutnya, penguatan pengelolaan lingkungan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Keputusan Menteri Agama Nomor 244 Tahun 2025 tentang Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2025-2029.
“Kepemimpinan ekoteologi lahir dari kegelisahan yang semakin mendalam terhadap krisis ekologis global. Kerusakan lingkungan hari ini memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam: sebuah krisis makna,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepemimpinan ekoteologi hadir sebagai bentuk praktis dari kesadaran tersebut. Ekoteologi, dalam pengertian dasarnya, adalah upaya memahami alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang memiliki nilai intrinsik, bukan sekadar objek eksploitasi. Dalam Islam, lanjutnya, ekoteologi memiliki dasar yang sangat kuat. Alam tidak dipandang sebagai benda mati, melainkan sebagai ayat tanda-tanda Tuhan yang hidup dan berbicara. Al-Qur’an berulang kali mengajak manusia untuk merenungkan alam sebagai manifestasi kebesaran Ilahi.

“Al-Qur’an menyatakan, ‘Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya’, QS. Al-A’raf ayat 56. Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan etis tambahan, melainkan kewajiban spiritual,” jelasnya. Dengan demikian, kepemimpinan ekoteologi dalam Islam adalah kepemimpinan yang berakar pada kesadaran akan amanah dan tanggung jawab bersama.

Rektor menerangkan bahwa penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis ekoteologi menjadi penting agar kita mampu mendorong budaya kerja ramah lingkungan (green campus); dan mendukung kebijakan berbasis nilai keagamaan yang peduli terhadap lingkungan.“Mari kita mengajak ASN, mahasiswa, dan masyarakat untuk tidak hanya hidup, tetapi hidup dengan kesadaran tentang lingkungan,” paparnya. Ia juga meminta pengurangan penggunaan botol plastik untuk menjaga kelestarian alam.

Kegiatan ini dirangkai dengan penanaman bibit pohon matoa di lingkup rektorat oleh Rektor bersama Wakil Rektor II Dr. M. Anang Firdaus, M.Fil.I, Kepala Biro AUAK Dr. H. Abdul Hafid Jusuf, MM, dan pejabat terkait. Penanaman bibit pohon akan dilanjutkan di area fakultas dan gedung lainnya. Staf Subag TU PRT IAIN Fattahul Muluk Papua Rian Kusmoro mengatakan, pihaknya mendapatkan bibit pohon rambutan, nangka, duku, cemara, tanjung, trembesi dan bibit lainnya dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua. Kegiatan ini diikuti para ASN IAIN Fattahul Muluk Papua. (*)




