
(iainfmpapua.ac.id) – Para siswa dari SMA/MA sederajat di Papua mengikuti lomba Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab dalam ajang Olimpiade Keagamaan Islam (OLKIS) yang digelar Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua di Aula Kampus, Buper Waena, Kota Jayapura, 12 Mei 2026.
Ketua Program Studi PAI, Ubaidillah, M.Pd mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah positif dalam mengembangkan potensi generasi muda, khususnya dalam bidang keagamaan dan keterampilan komunikasi. “Ini sarana strategis untuk mengasah kemampuan intelektual, kepercayaan diri, serta keterampilan komunikasi generasi muda dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara baik dan inspiratif,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, Dr. Amirullah, M.Ag menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai ajang untuk mengasah intelektual para peserta. “Diharapkan kegiatan ini memberikan dampak optimisme bagi siswa dan siswi untuk mengasah diri sejauh mana kemampuan pengetahuan, kecerdasannya,” ujarnya. Menurutnya kegiatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan generasi emas. “Yang cerdas, kritis, dan berahlak melalui prestasi di bidang masing-masing,” imbuhnya.
Pada bagian lain, ia menyebutkan bahwa guru pendamping diberikan prioritas untuk melanjutkan pendidikan S2 di IAIN Papua. “Jika belum S1, maka dapat melanjutkan pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau, 2 tahun Insya Allah lulus,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Zulihi, M.Ag berharap melalui kegiatan ini dapat membentuk anak-anak Papua tumbuh pintar dan cerdas di Bumi Cenderawasih. Menurutnya pintar saja tidak cukup. “Harus punya sifat jujur, peduli dengan sesama dan cinta damai, sehingga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Menurutnya dengan mengikuti kegiatan ini para siswa bisa belajar untuk tampil dan berani, serta supportive. “Dalam perlombaan ada menang dan kalah, namun tidak usah khawatir karena kalian sudah berusaha dan berikhtiar, jadikan ajang ini sebagai bekal ke depannya karena kalian sudah punya semangat keberanian. Melalui kegiatan ini kalian sudah menunjukkan usaha dalam memperjuangkan hal-hal yang sudah kalian persiapkan,” jelasnya.

Ketua panitia kegiatan Nagita Dewy Fitriningsih menyampaikan bahwa Olimpiade Keagamaan Islam (OLKIS) merupakan ajang kompetisi di bidang keislaman yang bertujuan meningkatkan wawasan, pemahaman, serta semangat generasi muda dalam mempelajari nilai-nilai Islam secara kompetitif, edukatif, dan inspiratif.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang keagamaan dan kemampuan berkomunikasi,” terangnya. OLKIS 2026 diikuti oleh 43 peserta dari 12 MA/SMA yang berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, maupun Kabupaten Jayapura. “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang berprestasi, percaya diri, serta mampu menyampaikan nilai-nilai Islam dengan baik,” ujarnya.

Lomba ini dihadiri Manajer PEPK & LMSt Otoritas Jasa Keuangan Papua Dia Pramudito Suryandaru. Kegiatan dengan tema ‘Mencetak Generasi Emas Untuk Masa Depan yang Cerdas, Berpikir Kritis, Berintegrasi dan Berahlak Melalui Prestasi Matematika di Tanah Papua’ ini dihadiri para guru, supporter, dan undangan lainnya. (Za/Is/Her)




