(iainfmpapua.ac.id) – Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengexplore potensi diri masing-masing secara maksimal. Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag., M.Pd., dalam sambutan Pembekalan dan Penetapan Duta Gender, yang digelar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), di aula kampus, 22 Juli 2026.
Ia menegaskan bahwa konsep “Generasi Setara” memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri di lingkungan kampus. “Silahkan explore banyak hal di kampus ini, kampus hadir memberikan kesempatan yang sama untuk semua, baik laki-laki ataupun perempuan,” tegasnya.

Rektor menekankan bahwa seluruh mahasiswa memiliki hak yang setara untuk berkembang. “Semua latar belakang punya kesempatan dan peluang untuk menempuh pendidikan dan meraih masa depan,” tambahnya. Melalui pembekalan ini, rektor berharap para peserta mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kampus. “Kalian bisa berkontribusi penuh menghadirkan kampus yang ramah, responsif dan jauh dari kekerasan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PSGA IAIN Fattahul Muluk Papua, Ayu Pratamawati, M.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang progresif. “Ini komitmen PSGA memperkuat budaya kampus yang inklusif, adil, dan menghargai kesetaraan gender,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi serta harapan besar kepada para pengurus baru yang telah dikukuhkan. “Selamat kepada Duta Gender Tahun 2026 yang telah ditetapkan. Semoga dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi, mengedukasi, dan menggerakkan sivitas akademika untuk bersama mewujudkan lingkungan kampus yang aman, setara, dan bebas dari diskriminasi,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Papua, Josefintje Bd. Wandosa, SE., M.Si sebagai narasumber utama memaparkan materi mengenai pentingnya peran aktif generasi muda dalam pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Duta Gender harus menjadi pelopor terciptanya lingkungan kampus dan masyarakat yang responsif gender, aman, inklusif, menghargai keberagaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” paparnya.
Ia menambahkan, “Kalian harus menjadi teladan, dan membangun budaya kampus aman dengan menolak segala bentuk perundungan atau bullying, pelecehan, dan kekerasan,” tegasnya.

Puncak rangkaian acara ditandai dengan penetapan secara resmi Duta Gender IAIN Fattahul Muluk Papua Tahun 2026 yang menetapkan mahasiswa dan mahasiswi terbaik yang akan mengemban amanah sebagai wajah baru agen kesetaraan gender kampus, yakni Mustiliani (Program Studi Pendidikan Agama Islam) sebagai Duta Gender Putri dan Sahrul Baharuddin (Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) sebagai Duta Gender Putra. Kegiatan ini dikuti para dosen dan mahasiswa IAIN Fattahul Muluk Papua, serta undangan lainnya. (Za/Is/Her)




