(iainfmpapua.ac.id) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), di Aula Kampus, 4 Agustus 2026.
Dalam arahannya Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag, M.Pd menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk menggali segala kendala selama proses seleksi PMB tahun ini. “Semua pihak pasti mengalami kendalanya masing-masing, baik dari unit PMB, fakultas hingga prodi, karenanya FGD ini dilakukan untuk mencari solusi bersama,” paparnya.

Selain itu, Rektor mengajak seluruh pihak untuk optimal dalam memberikan kontribusinya pada seleksi PMB di IAIN Papua berikutnya. “Seperti pada seleksi SPAN, pihak kampus harus mengajak kerjasama pihak sekolah dengan melakukan sosialisasi terkait proses pendaftaran SPAN, khususnya operator sekolah dalam menginput data-data siswa yang akan kuliah di IAIN Papua,” ujarnya. Menurutnya, kerjasama antar pihak kampus dan sekolah sangat penting agar proses pendaftaran SPAN di IAIN Papua dapat berjalan lancar.
Dalam laporannya, Kepala unit PMB, Muhamad Yusuf, S.Sos., M.Si menyebutkan bahwa untuk pendaftaran PMB tahun 2026 di IAIN Papua terbagi menjadi 3 jalur. “Melalui jalur SPAN PTKIN, UM PTKIN, dan jalur lokal atau mandiri,” ucapnya. Menurutnya pendaftaran melalui jalur SPAN ada tiga komponen yang mempengaruhi proses pendaftaran. “Yakni siswa, operator sekolah dan kepala sekolah, ketiga komponen tersebut harus bekerjasama agar proses pendaftaran dapat berjalan hingga tahap akhir,” terangnya.
Selain itu, Yusuf meminta partisipasi semua pihak agar PMB di IAIN Papua dapat meningkat setiap tahunnya. “Perlu adanya sinergi seluruh dosen dan tendik dalam meningkatkan jumlah mahasiswa pada pendaftaran PMB,” ucapnya.
Moderator diskusi, Hj. Qutsiyah, MH, menerima berbagai saran dan masukan untuk perbaikan di masa depan dari peserta. Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Dr. H. Marwan Sileuw, M.Pd meminta semua pihak untuk lebih aktif melayani dan memberi kemudahan kepada mahasiswa agar dapat lulus tepat waktu. “Jika para mahasiswa kita lulus tepat waktu atau lebih cepat, ini akan menarik minat calon mahasiswa yang baru,” ucapnya.

Sedangkan Direktur Pascasarjana Dr. H. Faisal, M,HI menyarankan peningkatan performa kampus. “Aspek pelayanan, sarana prasarana harus diperhatikan, dan kita lebih mengexpose keberadaan IAIN Fattahul Muluk Papua di luar,” terangnya.
Wakil Rektor II Dr. M. Anang Firdaus, M.Fil.I mengajak semua pihak untuk berkomitmen menindaklanjuti semua saran dan masukan. “Kiat-kiat tersebut disahkan dalam bentuk SK, dan memulai sosialisasi sepanjang tahun, jadi tidak hanya saat ada jadwal PMB, kemudian juga ada upaya membranding kampus dengan baik melalui media digital,” paparnya.
Pada bagian yang sama, Ketua LPPM Dr. Ade Yamin, MA meminta warga kampus untuk bersama-sama bersikap merasa memiliki kampus. “Sehingga harus bekerja bersama-sama dalam PMB. Praktik yang sudah baik harus didukung, dan kita harus berani membuat prodi baru yang jadi pasarnya IAIN ke depan, yang dibutuhkan masyarakat,” urainya.
Kepala Sekolah MA Nurul Anwar Sentani Mohamad Arofin, S.Pd.I, M.Pd menyarankan agar sosialisasi PMB dapat melibatkan orang tua/wali. “Mahasiswa juga sebaiknya aktif tampil dalam kegiatan di masyarakat, agar terlihat produk kampus IAIN Papua dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh para Dekan, Kaprodi, dosen, tenaga kependidikan di lingkungan IAIN Fattahul Muluk Papua dan undangan lainnya. (Za/Is/Her)




