Berita

KKN IAIN Papua: Kelompok Skow Sae Kolaborasi dengan KKN UGM dan Uncen

(iainfmpapua.ac.id) –  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Kelompok Skow Sae menggelar Program Kerja (Proker) Talkshow dengan tema ‘Skouw Berdaya, Digital Berkarya untuk Indonesia’, yang berkolaborasi bersama kelompok KKN Universitas Gadjah Mada dan KKN Universitas Cenderawasih, di Aula Kantor Distrik Muara Tami, Jayapura, 31 Juli 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Kota Jayapura, Makzi L. Atanay menyebutkan tema talkshow tersebut sangat relevan dengan tantangan dan peluang pembangunan kampung saat ini. “Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan kampung, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya mengapresiasi program kolaborasi mahasiswa KKN lintas perguruan tinggi ini. “Ini merupakan contoh nyata semangat gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap sinergi ini mampu menghadirkan inovasi, memperkuat literasi digital masyarakat, mendampingi pelaku UMKM, serta mengembangkan potensi lokal Skouw secara berkelanjutan,” tuturnya.

Menurutnya, kekayaan budaya, hasil pertanian, perikanan, kerajinan, serta produk-produk UMKM akan memiliki nilai tambah apabila didukung dengan pemanfaatan teknologi digital. “Melalui digitalisasi, produk-produk lokal dapat dipasarkan lebih luas, dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung,” terangnya.

Pihaknya berkomitmen  mendorong terwujudnya kampung yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. “Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan kampung, serta pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna,” imbuhnya.

Ketua Kelompok KKN Skouw Sae IAIN Fattahul Muluk Papua, Muhammad ZamZam Zuhair Sofyan menyampaikan bahwa sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan dunia pendidikan mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Kampung Skouw,” imbuhnya.

Ketua Kelompok KKN Universitas Cenderawasih, lokasi Skouw Mabo, Daniel menyebutkan kolaborasi yang terjalin antar perguruan tinggi menjadi bukti bahwa semangat pengabdian mampu menyatukan berbagai perguruan tinggi untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pembangunan kampung akan semakin kuat apabila didukung oleh masyarakat yang berdaya, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh wawasan baru tentang digitalisasi, pengembangan UMKM, dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan,” paparnya.

Ketua kelompok KKN UGM, lokasi Skouw Wansa, Inseren S Mofu memaparkan bahwa kelompoknya ingin berkontribusi dalam mengembangkan pelaku UMKM di tiga kampung, yaitu Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Skouw Yambe agar semakin siap menghadapi perkembangan era digital. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelaku UMKM untuk memahami pentingnya digitalisasi, mulai dari pemasaran produk melalui media sosial dan platform digital hingga membangun identitas produk yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, produk-produk unggulan dari ketiga kampung tidak hanya dikenal di wilayah Skouw, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional,” terangnya.

Pihaknya berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk terus berinovasi. “Meningkatkan kualitas produknya, serta mengembangkan usahanya sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” urainya.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN IAIN Fattahul Muluk Papua, Siti Qamariah Tiflen, M.Ag, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat mengubah pola pikir para pelaku UMKM untuk bisa lebih bersaing dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada. “Khususnya dalam mengembangkan usahanya seperti memperluas pasar, yang tadinya hanya berjualan di satu tempat bisa memperluas melalui sosial media hingga menjangkau pembeli di luar kota bahkan luar negeri,” tuturnya.

Menurutnya dengan mengetahui tentang sistem digitalisasi dapat mempermudah pelaku UMKM. “Khususnya dalam bertransaksi dengan pembayaran non tunai seperti Qris atau transfer,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua. Talkshow tersebut dihadiri oleh Pelaku UMKM dari kampung Skouw Sae,Skouw Mabo , dan Skouw Yambe serta para siswa SMKN 7 dan SMAN 6 Skouw.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Fattahul Muluk Papua menyampaikan, KKN 2026 diikuti 170 mahasiswa. Kegiatan selama 40 hari ini digelar di berbagai lokasi di Kota dan Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. (Za/Is/Her)

Sharing Is Caring

Leave a Reply