(iainfmpapua.ac.id) – Sebagai pelaku usaha, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Founder ASA Digital Syarifuddin Muin, S.Pd, menyampaikan hal ini dalam Pelatihan Kewirausahaan Syariah yang diselenggarakan Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, di Aula Kampus, 15 Juli 2025.

Menurutnya, kewirausahaan saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan menjual produk. “Tetapi juga bagaimana membangun nilai, memanfaatkan media digital, dan menciptakan solusi bagi kebutuhan masyarakat,” paparnya. Syarifuddin berharap ilmu dan pengalaman yang dibagikan dalam pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mulai membangun usaha sejak di bangku kuliah. “Dengan tetap menjunjung tinggi etika bisnis dan nilai-nilai syariah, serta sebagai wadah untuk mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak ekonomi syariah di Papua,” terangnya.
Dalam sambutan sebelumnya, Wakil Dekan FEBI, Dr. Moh. Syarifudin, M.EI menyebutkan kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kreatif dan inovatif. “Di era digital saat ini, mahasiswa dituntut mampu menciptakan peluang usaha, memanfaatkan teknologi, serta menghasilkan produk yang menarik dan layanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini mampu memberikan wawasan dan motivasi kepada mahasiswa untuk berani memulai usaha sejak di bangku kuliah dan mendorong lahirnya wirausahawan muda yang profesional, berintegritas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan ekonomi syariah di Papua maupun Indonesia. “FEBI akan terus mendukung berbagai program pengembangan kompetensi mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis luaran atau Outcome-Based Education,” tuturnya.
Ketua Prodi Ekonomi Syariah, Shinta Abdul Rahman, M.Si memaparkan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik. “Kami berharap mahasiswa Ekonomi Syariah semakin percaya diri membangun usaha berbasis syariah, memanfaatkan teknologi digital, dan menjadi wirausahawan muda yang inovatif, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi di Papua,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah, Ahmad Islahudin menuturkan antusiasnya dapat mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini bermanfaat dan membuat kami termotivasi karena membuka wawasan kami tentang dunia kewirausahaan dan pentingnya memanfaatkan teknologi digital dalam berbisnis, dengan menggunakan HP kami bisa menghasilkan foto yang cantik dan menarik dengan teknik photografi dari seorang professional,” terangnya. Kegiatan dengan tema ‘Membangun Jiwa Wirausaha yang Kreatif, inovatif, dan Berdaya Saing di Era Digital Berbasis Nilai-Nilai Syariah’ ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Eknomi Syariah. (Za/Is/Her)




