(iainfmpapua.ac.id) – Para wisudawan hendaknya tidak berhenti bermimpi tentang Papua yang lebih baik. Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemprov Papua, Origenes Kambuaya, SH, MM menyampaikan hal ini saat mewakili Gubernur Papua dalam ‘Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua Angkatan VIII Tahun 2026’, Kamis 27 Agustus 2026 di aula kampus, Buper Waena Kota Jayapura.

“Kehadiran IAIN Papua menjadi bagian penting dalam membangun SDM Papua yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik dan mendorong kemitraan dengan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan,yang sejalan dengan visi pembangunan Papua. “Sejalan dengan visi pembangunan Papua, yakni terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” ungkapnya.
Origenes juga berpesan kepada para lulusan agar mampu memberikan manfaat setelah kembali ke tengah masyarakat. “Setelah kembali ke tengah masyarakat, jadilah pribadi yang mampu menghadirkan solusi, bukan menambah persoalan,” pesannya. Ia meminta wisudawan terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. “Jangan berhenti untuk terus bermimpi tentang Papua yang lebih baik, sebab masa depan Papua ada di tangan generasi saat ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Dr. H. Marwan Sileuw, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. “Wisuda adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” tegas Rektor. Ia mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik harus diiringi dengan integritas, ilmu pengetahuan, akhlak, dan kemampuan memberikan solusi bagi masyarakat. “Masyarakat membutuhkan orang berilmu, berintegritas, berakhlak, dan mampu memberikan solusi,” tuturnya. Rektor juga memberikan pesan khusus agar para lulusan tetap memegang teguh prinsip dan kejujuran dalam perjalanan kehidupan maupun karier.

“Jadilah manusia yang berintegritas. Jangan menjual prinsip hanya demi jabatan. Jangan menukar kejujuran dengan keuntungan. Jangan mengorbankan kebenaran hanya karena ingin mendapatkan pengakuan,” pesannya. Di hadapan para wisudawan, Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.
Guru Besar IAIN Fattahul Muluk Papua, Prof. Dr. H. Idrus Al-Hamid, S.Ag., M.Si., dalam Orasi Ilmiahnya menekankan posisi strategis perguruan tinggi keagamaan dalam pembangunan manusia di Tanah Papua. Menurutnya, pendidikan tinggi keagamaan memiliki tanggung jawab yang luas, tidak hanya dalam transfer pengetahuan agama, tetapi juga dalam membentuk manusia yang mampu mengintegrasikan keimanan, ilmu, akhlak, dan pengabdian.

“IAIN Fattahul Muluk Papua memiliki posisi strategis dalam pembangunan manusia di Tanah Papua. Perguruan tinggi keagamaan bukan hanya bertugas mentransfer pengetahuan agama. Perguruan tinggi keagamaan mempunyai mandat yang lebih luas, yaitu membangun manusia yang mampu mempertemukan iman dengan ilmu, ilmu dengan akhlak, serta akhlak dengan pengabdian,” jelasnya.

Prof. Idrus juga mengajak sivitas akademika dan para lulusan untuk tidak takut menghadapi perubahan. Ia menilai perubahan harus dihadapi dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan integritas. “Perguruan tinggi tidak boleh terjebak hanya dalam rutinitas administratif. Untuk itu, kampus harus menjadi pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan, inovasi, dialog, dan peradaban,” tegasnya.

Kepala Biro AUAK sekaligus Ketua Panitia Dr. H. Abdul Hafid Jusuf, MM mengatakan, Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Angkatan VIII IAIN Fattahul Muluk Papua Tahun 2026 ini diikuti 197 wisudawan dari Program Pascasarjana, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Kegiatan ini menjadi momentum perayaan atas keberhasilan para lulusan, sekaligus pengingat bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan Tanah Papua.

Mewakili para wisudawan dan wisudawati, Citra Khairunnisa, S.E., menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di IAIN Fattahul Muluk Papua. Ia mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari IAIN Fattahul Muluk Papua merupakan salah satu keputusan terbaik dalam perjalanan pendidikannya.

“Empat tahun berlalu dan hari ini saya menyadari sepenuhnya bahwa menjadi mahasiswa di IAIN Fattahul Muluk Papua adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat. Saya buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan tidak salah, bukan dengan kata-kata, bukan dengan janji, namun dengan toga yang saya kenakan,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Citra memberikan semangat kepada seluruh rekan wisudawan untuk terus bermimpi dan mengejar cita-cita.

Wisuda dipimpin Ketua Senat Dr. Ade Yamin, MA, dihadiri segenap anggota senat, guru besar, unsur Muspida di Provinsi Papua, para orangtua wisudawan, perwakilan kampus di Papua, lembaga mitra kerja, para ASN, Dharma Wanita Persatuan, serta undangan lainnya. (Za/Is/Her)




