(iainfmpapua.ac.id) – Staf ahli DPRD Kota Jayapura Darwin, S.IP membahas public speaking dengan tema ‘Menyampaikan Gagasan dengan Integritas dan Karisma’ dalam kegiatan Leadership and Academic Training Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (HMPS TBI) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua, di Aula Kampus, 10 Juni 2026.
“Banyak yang beranggapan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan bakat genetis, namun realitanya itu merupakan kemampuan yang dilatih,” paparnya. Menurutnya, public speaking merupakan keterampilan terstruktur yang dapat dipelajari. “Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa persiapan yang dilakukan sebelum berbicara di depan umum itu wajib menghafal naskah kata demi kata, namun realitanya yang harus dilakukan adalah mampu menguasai peta konsep dan esensi materi yang akan disampaikan,” jelasnya.
Darwin juga menyebutkan seseorang yang melakukan public speaking bukanlah pertunjukan yang sempurna tanpa cela. “Demam panggung merupakan hal yang wajar terjadi, itu merupakan respons bilogis alami yang bisa dikendalikan,” imbuhnya. Demam panggung bukanlah kelemahan mental, melainkan reaksi fisik wajar akibat lonjakan hormon adrenalin yang memicu respons fight or flight. “Ciri-ciri seseorang yang mengalami demam panggung yakni akselerasi detak jantung, telapak tangan berkeringat dan mental block atau mendadak lupa apa yang akan dibicarakan,” terangnya.

Darwin menyebutkan ketika seseorang mengalami demam panggung otak salah mengartikan pusat perhatian di panggung sebagai ancaman fisik. “Kuncinya bukan melawan, tapi meredam sinyal tersebut dengan tetap terlihat tenang dan percaya diri. Panggung adalah ruang bertumbuh, karena audiens berempati pada pembicara yang autentik. Teruslah berbicara, teruslah menginspirasi, dan biarkan karakter autentik anda menjadi daya pikat terbesar,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Divisi Respon BTB Baznas Kota Jayapura Muhammad Ridwan Aribhuka, S.H dengan materi ‘Organizational Secretarial Skills’
Ketua HMPS TBI, Anisa Nur Cahyani menyebutkan bahwa pelatihan ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini. “Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan yang dapat mendukung pengembangan diri baik dalam bidang akademik maupun organisasi,” tuturnya. Pihaknya berharap agar materi dari narasumber dapat memberikan wawasan, pengalaman, serta motivasi kepada peserta, sehingga materi yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan akademik dan organisasi.
“HMPS TBI akan terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan kualitas mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun organisasi. Kami berharap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan masyarakat,” terangnya.
Leadership and Academic Training dengan tema ‘Mengembangkan Potensi Mahasiswa TBI yang adaptif, Komunikatif dan Inovatif’ ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris. (Za/Is/Her)




